time is ‘amalan’
October 2016
S M T W T F S
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

anak merindu

“Bintang malam sampaikan padanya aku ingin melukis sinarmu di hatinya

Embun pagi katakan padanya Biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya

Tahukah engkau wahai Langit

Aku ingin bertemu membelai wajahnya

Kan kupasang hiasan angkasa yang terindah

Hanya untuk dirinya

Lagu rindu ini kuciptakan

Hanya untuk bidadari hatiku tercinta

Walau hanya nada sederhana

Ijinkan kuungkap segenap rasa dan kerinduan”

#lagu rindu – kerispatih dengan pemaknaan dalam yang lebih mendalam^^

 

Sebagai mahaSISWI yang hidup jauh dari keluarga dan jarang pulang ke rumah, pastinya jarang banget yang namanya melakukan pekerjaan rumah, bercengkrama, mendengar cerita adik, diskusi2, de el el live bersama keluarga…

Sempet kepikiran untuk ini itu di manaaaa gituu, tapi tapi tapi nanti dulu dee,, Liburan panjang, saatnya sejenak back to home bukan? Selagi hal terdekat dalam hidup belum mencapai titik yang telah digariskan (baca: masii ada umur) ^^

 

pemikiran insan memang beragam, biarlah ia menjadi pembeda yang tak membeda…

 

Selalu terlintas isak almh sang ibunda yang memuncak tangis di sudut ruang ketika awal hendak mengantar keberangkatan pencarian ilmu, terfikir apa yang sebenarnya ibunda pikir dan rasakan,, perlukah ia meneteskan butir air mata sepanjang perjalanan kemudian selalu haruskah ia getar berucap ketika komunikasi jarak jauh, apa sebenarnya di sana ia sedang menyeka air matanya, dan begitu berartikah senyum ini untuknya,,,

Dan lagi2 apa yang membuat ayah tangguh ini menjadi tak banyak berkata-kata ketika itu, namun matanya penuh siratan makna,,,

Adik polos yang mencoba berucap mengeja kata r.i.n.d.u. ,,,

Bukan mudah kawan . . .

 

KELUARGA,

medium tak berbias ini agaknya angker lagi misterius…

di sisi hati yang manakah naluriah ini bertumbuh,

dengan asa yang bagaimanakah rasa itu berkembang,

seberapa rumitkah bangunan labirin kasih yang hingga sayangnya mengalir tiada berakhir,

hingga percabangan cinta pada-Nya yang satu ini mampu menjadi dasar tautan akan percabangan cita cinta lain akan-Nya.

 

satu menit ibu bermuatan 60 detik kekhawatirkan

satu menit ayah bermuatan 60 detik perjuangan

satu menit adik bermuatan 60 detik harapan

-sama-

satu menit yang sama,,

60 detik yang sama,,

Masing2nya dapat dikonversikan dalam muatan cinta

juga doa

untuk kita

tapi banyaknya tak terdefinisi

huuum…

 

“Bila belum mampu menjadi pensil yang menuliskan kebahagiaan, maka jadilah penghapus yang kan menghapus kesedihan” (#kutipan)

 

Kesedihan? Ya ya,,

bila angka 666 populer dengan ‘angka misteri’, misteri yang menyedihkan memang benar2 akan terjadi tatkala kita mengabaikan 66 6 berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS.66:6)

Belajar belajar dan belajar untuk selalu mencinta karena-Nya,,

Dan selalu berjalan melangkah di rambu-rambu koridor-Nya…

Jauhkan kesedihan, berusaha hadirkan kebahagiaan tentu dengan ridho-Nya… .

 

Kita tidak pernah tahu pada detik yang manakah hirupan masing2nya bahkan diri kita akan terhenti…

 

Sejenak meluangkan waktu untuk keluarga bukan sesuatu yang sulit bukan?

Hadir di tengah2 mereka bukan hal yang memenatkan bukan?

*memenuhi haq juga,hhehe

Dan tersenyumlah, karena senyum kita sangat berarti…

 

*namun tetap terjaga bahwasanya yang berlebihan dan berkekurangan itu tidak baik,,

So berikan sentuhan cinta pada kadar yang tepat.

 

Siapalah aku yang mencoba menuliskan ini dengan keterbatasan diri,,

Pengorbanan, perjuangan, serta lembut kasih cintanya pastilah tak dapat tertuliskan,,

Namun biarkanlah anak merindu ini berucap: Mari Mencinta karena-Nya…

 

 

Silaturahmi ke keluarga yuuu’^^

Siap-Siap Ikuti Pimnas Yuk!

JAKARTA – Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) sudah dimulai kembali. Untuk mempersiapkan perguruan tinggi (PT) mengikuti perhelatan tahunan tersebut, Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Kemendiknas) pun berbagi tips ke berbagai PT, salah satunya Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Dalam Workshop Program Kreativitas Mahasiswa Bersama Tim Reviewer PKM Nasional yang diadakan baru-baru ini, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Ronny Rachman Noor M Rur memberi tips sukses Pimnas.

Menurut Ronny, pada kategori Program Kreativitas Mahasiswa-Teknologi (PKMT), yang terpenting adalah pelaksanaan program. Dia juga menganjurkan bidang yang diteliti pada kategori Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKMP) adalah yang sesuai bidang keahlian masing-masing. Sementara, pada Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM), bentuk kreativitas dalam penerapan di masyarakat menjadi titik perhatian utama.

Selain dalam bidang PKM, tips sukses Pimnas juga dibagikan dalam kategori Poster dan Gelar Produk. Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Teddy Yulisca Ramadin menyatakan, “Kekuatan poster itu sangat besar, ada yang mengatakan bahwa bentuk visual itu bisa mewakili seribu kata.”

Teddy menjelaskan, sebagai sarana propaganda, dan promosi produk, poster harus berhasil menyampaikan informasi dalam waktu singkat. Karena itu, poster biasanya didesain penuh warna, menggunakan huruf besar dan unik, serta paduan gambar dan pemasangan pesan yang efisien. “Poster akademik seperti PKM harus mampu menerangkan hasil riset, dan minimal bisa dibaca dalam jarak sekitar dua meter,” imbuhnya.
(rhs)

Rifa Nadia Nurfuadah – Okezone
Kamis, 12 Agustus 2010 – 16:00 wib

Image: corbis.com

‘Upin & Ipin’ Diproduseri Mantan Mahasiswa ITB

Karakter di ‘Upin & Ipin’ (ist)
Kesuksesan ‘Upin & Ipin’ dimulai ketika mengikuti Festival Film Cannes di Perancis

Siapa yang tak kenal serial animasi asal Malaysia ‘Upin & Ipin’? Ceritanya yang sederhana, mendidik dan menjunjung etika sopan santun, menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak, bahkan orang dewasa di Indonesia. Tapi apakah anda mengetahui kalau kisah dua bocah gundul itu ternyata diproduseri oleh seseorang yang pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB)?

Namanya Burhanudin Radzi pria yang kini usianya di atas 50 tahun tersebut pernah menimba ilmu jurusan Teknik Perminyakan di ITB sekitar tahun 1980-an. Namun ia hanya kuliah selama 1,5 tahun hingga akhirnya memutuskan pindah karena alasan pribadi.

Burhan, demikian ia biasa dipanggil, memiliki Les’ Copaque, perusahaan yang bergerak di bidang animasi, kreatif dan film. Bersama istrinya Ainon Bte Ariff dan sejumlah stafnya, mereka menciptakan kisah dan karakter untuk seial ‘Upin & Ipin’ sekitar empat tahun lalu.

“Karena kami semua suka anak-anak, peduli anak-anak,” jelas Ainon saat diwawancara di Kafe Pisa Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/9/2010).

Ainon bukan hanya ikut menulis cerita, ibu empat anak dan nenek satu cucu ini juga mengisi suara di ‘Upin & Ipin’. Sebagai?

“Sebagai Opa, neneknya Upin & Ipin,” imbuhnya tersenyum.

Karakter Opa dikenal sebagai sosok nenek yang santun, penyayang dan juga penuh perhatian. Kebetulan sifat Ainon mirip dengan Opa. Ia mengaku sering mengasuh cucunya dan aktif di kegiatan sosial untuk anak-anak.

Upin dan Ipin sedang Salat.

Kesuksesan ‘Upin & Ipin’ dimulai ketika mengikuti Festival Film Cannes di Perancis empat tahun lalu. Burhan dan Ainon mengirimkan cuplikan gambar ‘Upin & Ipin’ ke ajang bergengsi tersebut.

Indonesia diakui Ainon memiliki tempat yang spesial untuk dirinya juga sang suami. Mereka bahkan berencana membuat cerita ‘Upin & Ipin’ dengan mengikutsertakan karakter khas Indonesia, ‘Unyil’

Melihat ‘Upin & Ipin’ eksis di Festival Cannes, sejumlah televisi Malaysia pun tertarik untuk membeli hak siarnya. “Yang beli akhirnya TV 9 Malaysia,” tutur Ainon.

Kesuksesan serial tersebut merembet ke sektor bisnis lainnya. Kini ‘Upin & Ipin’ tak hanya mondar mandir di televisi. Sejumlah kafe dengan menggunakan ‘Upin & Ipin’ pun didirikan sekitar setahun lalu.

“Kami punya kafenya ada di daerah Shah Alam juga di Putra Height,”

Kafe-kafe tersebut menjual makanan dengan menu unik seperti ‘Nasi Goreng Opa’ atau ‘Ayam Goreng Upin’

Mendapat sambutan dan pujian yang luar biasa dari publik Malaysia, ‘Upin & Ipin’ pun diekspor. Tercatat Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menjadi stasiun televisi yang menyiarkan ‘Upin & Ipin’ di tanah air.

Kesuksesan ‘Upin & Ipin’ tidak hanya di dua negara serumpun, sejumlah perusahaan internasional juga mulai melirik, seperti Disney Channel.

“Mereka datang ke kami sekitar pertengahan 2010. Lalu kami sepakat,” tambahnya.

Tapi tak semua peminat ‘Upin & Ipin’ beruntung membeli hak siarnya dari Les’ Copaque. Sejumlah televisi asal Timur Tengah pernah mengajukan tawaran.

“Mereka kaya-kaya, tapi menawarkannya kok murah. Kami tak mau,”celetuk Ainon.

Indonesia diakui Ainon sebagai tempat yang spesial untuk dirinya juga sang suami. Mereka bahkan berencana membuat cerita ‘Upin & Ipin’ dengan mengikutsertakan karakter khas Indonesia, ‘Unyil’.

Seperti apa nantinya. Ainon yang duduk sebagai Creative Content Director di Les’ Copaque masih merahasiakannya. Ainon hanya berharap jika nanti ‘Upin & Ipin’ bermain bersama Unyil dalam satu layar, pihaknya tak ingin dituduh membajak karakter ‘Unyil’.

“Kami tak ingin disebut mencuri, makanya nanti ceritanya juga harus hati-hati,” tandasnya.

‘Upin & Ipin’ diproduksi sebanyak 42 episode setiap tahunnya. Serial itu hanya diputar di Malaysia setiap libur sekolah, berbeda dengan di Indonesia. “Di kami hanya ketika anak-anak cuti sekolah, selama tiga bulan saja,” jelas nenek 52 tahun itu.

Setelah meraih prestasi di Malaysia dan Indonesia lalu masuk ke Disney Channel, Les ‘Copaque bersama sejumlah konsorsium akan membuat Taman Impian Upin & Ipin (TIMPA). Tak hanya itu film ‘Laksmana Upin Ipin’ direncanakan tayang tahun 2012.

Kini ada sekitar sembilan orang yang menjadi pengisi suara karakter inti ‘Upin & Ipin’, termasuk Ainon. Untuk karakter Upin dan Ipin, suaranya diisi satu orang, seorang gadis berusia sembilan tahun. “Namanya Putri Asyila,” tandas Ainon.

http://id.omg.yahoo.com/blogs/upin-ipin-diproduseri-mantan-mahasiswa-itb-blog_editor-14.html

Strategi Mengenalkan Diri Saat Interview

Kamis, 26 Agustus 2010 – 11:18 wib

SEMUA orang paham, bahwa wawancara kerja adalah sesi paling penting dan sangat berpengaruh bagi perusahaan untuk menilai calon karyawannya.

Bagi kamu yang baru lulus dan mencari kerja, inilah saat yang mendebarkan sekaligus harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar bisa memikat para pewawancara. Berikut beberapa trik agar mampu melewati sesi interview kerja dengan lancar

Sebelum wawancara kerja

1. Persiapkan diri setidaknya 30 menit lebih lama dari waktu normal yang biasa kamu butuhkan untuk mempersiapkan diri di pagi hari. Pilihlah baju yang terbaik dan sesuai dengan lingkungan kerja tempat kamu melamar (formal, semiformal, kasual). Rapikan rambutmu, jangan sampai menutupi wajah. Bersihkan kuku-kuku jari dan kenakan sepatu yang bersih.

2. Hitung waktu dengan cermat agar kamu bisa sampai 15 menit sebelum jadwal wawancara. Gunakan waktu tersebut untuk merapikan diri di toilet, mengatur napas, dan membuat diri kamu lebih santai dan tenang. Pastikan napas kamu segar.

Cobalah mengunyah permen karet atau permen mint sepanjang perjalanan menuju tempat wawancara. kamu juga bisa mencoba mengunyah daun seledri yang dianggap ampuh menumpas bau mulut. Namun, pastikan permen yang kamu kunyah tidak menciptakan bau yang juga terlalu kuat.

Saat perkenalan

1. Majulah sambil tersenyum. Gunakan tangan kanan untuk bersalaman meski kamu kidal.

2. Tataplah mata para pewawancara dan kenalkan diri kamu dengan sopan. Misalnya,”Selamat pagi Pak Nelson, saya Rina”.

3. Berikan respons yang baik dan ramah. Andaikan si pewawancara lebih dulu menyapa kamu, maka balas sapaannya dengan sopan dan senyum.

4. Jangan duduk sebelum diminta duduk atau mintalah izin terlebih dahulu sebelum duduk. (herita/ehow/sindo)
(//rhs)

Revitalisasi Sektor Pertanian

Minggu, 26 September 2010 – 08:12 wib

Image : Koran SI.

PEMANDANGAN yang biasa kita lihat setelah usainya Lebaran adalah arus balik. Beberapa tahun terakhir jumlahnya selalu lebih besar daripada arus mudik. Artinya, ada defisit jumlah pemudik dengan orang yang kembali ke kota (kaum urban).

Ketidaksiapan pemerintah kota dalam hal menyiapkan sarana dan infrastruktur untuk mengantisipasi laju urbanisasi semakin memperburuk fenomena yang terjadi. Hal ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya penanganan untuk menekan laju urbanisasi. Menurut data Litbang Ketransmigrasian, secara nasional, urbanisasi naik 22,3 persen pada 1980, menjadi 30,9 persen pada 1990, meningkat 34,3 persen pada 1994, dan menjadi 42 persen pada 2000.

Dengan demikian, secara nasional selama dua dekade terakhir terjadi peningkatan persentase penduduk kota hingga 163 persen. Minimnya lapangan pekerjaan yang ada di desa ditengarai menjadi salah satu penyebabnya. Iming-iming fasilitas serta uang berlimpah yang dibawa pulang oleh tetangga yang telah sukses merantau di kota menambah daya tarik. Kota seolah dianggap sebagai simbol kemakmuran.

Padahal tanpa keahlian dan pengetahuan yang cukup, merantau di kota besar justru akan menjerumuskannya pada sektor informal bidang pekerjaan, yakni pekerja-pekerja kasar seperti buruh bangunan, pembantu rumah tangga, pemulung. Tidak dapat kita mungkiri bahwa latar belakang terjadinya urbanisasi adalah faktor ekonomi. Keinginan dari setiap manusia untuk hidup makmur tentu ingin dipenuhinya.

Ketidakbetahan dalam bayangbayang kemiskinan hidup di desa semakin mendorongnya untuk berurbanisasi. Hal ini dikarenakan karena begitu sentralnya kehidupan di kota-kota besar. Perekonomian dan pembangunan yang terkonsentrasi di kota-kota besar menjadikan magnet tersendiri bagi kaum urban. Dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antarprovinsi yang masih relatif tinggi, yaitu sebesar 13 poin (pada 2008), IPM tertinggi sebesar 77 di Provinsi DKI Jakarta dan terendah di Provinsi Papua sebesar 64.

Ada banyak faktor yang mendorong terjadinya urbanisasi. Salah satu di antaranya adalah karena tidak diberdayakannya lahan-lahan pertanian yang ada di desa secara maksimal dan menyeluruh. Indonesia merupakan negara agraris yang mana 60 persen penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Potensi pertanian di daerah seperti padi, singkong, jagung dan kedelai serta umbi-umbi lainnya begitu luar biasa. Begitu juga potensi hasil perkebunan dan hortikultura seperti cokelat, karet, teh, mangga.

Potensi hasil ternak juga tidak kalah hebatnya. Namun sayangnya semua itu belum digarap dan dimanfaatkan secara maksimal. Jika semua hal ini bisa disentuh, bukan hal yang tidak mungkin Indonesia akan menjadi lumbung pangan dan kiblat dunia dalam pemberdayaan sektor pertanian dan perkebunan. Revitalisasi pertanian di perdesaan merupakan pilihan yang cukup bijak dan strategis dalam mengatasi urbanisasi.

Roda perekonomian akan bergerak sehingga dapat memberdayakan perekonomian masyarakat perdesaan. Revitalisasi sebuah kawasan mencakup perbaikan aspek fisik, aspek sosial, dan aspek ekonomi. Pendekatan revitalisasi harus mampu mengenali dan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada (sejarah, makna, keunikan lokasi, dan citra tempat). Tentunya semua itu adalah tugas yang tidak mudah.

Dibutuhkan partisipasi dan kerja sama dari seluruh elemen mulai dari lembaga pemerintah dan nonpemerintah, para ahli di bidang pertanian, lembaga masyarakat hingga seluruh pihak yang terkait. Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong, revitalisasi pertanian akan terwujud sehingga laju urbanisasi bisa ditekan dan bukan mustahil beberapa tahun ke depan penduduk yang ada di desa justru enggan berurbanisasi karena mereka telah mendapatkannya di kampung halaman tanpa harus merantau ke kota. (*)

Mas Alamil Huda
Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya

Memodernkan Pedesaan dengan Pertanian

enin, 27 September 2010 – 10:51 wib

Image : Corbis.com

“Hai orang Jepang, sadarlah, jika pecah perang, dan Jepang diblokade, apakah kalian akan makan televisi dan radio?” kalimat yang sangat menggugah itu merupakan seruan peringatan jurnalis Jepang yang telah menyadarkan pemerintah Jepang agar tetap memperhatikan pembangunan pertanian.

Seyogianya kalimat itu juga bisa menyadarkan pemerintah Indonesia. Apa pasal? Hal ini bisa kita lihat dari kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang berangsur-angsur penduduknya telah melupakan sektor pertanian sebagai pusat perekonomian negara.

Urbanisasi merupakan sesuatu yang wajar terjadi, karena dengan sumbangan urbanisasilah roda perekonomian di kota bisa terus berkembang. Tetapi hal ini menjadi sangat ironi sekali ketika seluruh pusat perekonomian berada di kota, yang menyebabkan kepincangan pergerakan roda perekonomian di desa. Seharusnya hal ini bisa diseimbangkan dengan dua hal. Pertama, ketika pemerintah menjadikan pertanian menjadi sebuah tumpuan ekonomi negara. Dan yang kedua, memodernisasikan pedesaan melalui pertanian.

Timbulnya suatu negara itu adalah berasal dari pedesaan, dan pedesaan selalu identik dengan pertanian. Apabila sekiranya pemerintah betul-betul memperhatikan sektor pertanian dan nasib para pekerja di dalamnya, masalah urbanisasi bukanlah menjadi masalah yang sangat pelik untuk dipikirkan. Dengan memperhatikan pertanian, misalnya dengan agro industri yang semua bahan baku berasal dari pertanian dan terus mengembangkannya hingga membuat pemasaran yang bagus baik di dalam ataupun luar negeri, maka itupun juga bisa menjadi sumbangan perekonomian Indonesia. Hanya satu kuncinya, yaitu terus melakukan inovasi bagi pertanian Indonesia dan terus memperjuangkannya sehingga tetap menguntungkan bagi para petani dan pengusaha.

Mungkin karena Indonesia selalu termakan oleh doktrin-doktrin barat, bahwa pusat perekonomian adalah sepenuhnya berada di perkotaan. Padahal pengamat asal Belanda, Hans Wastenberg mengemukakan pendapatnya bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang kaya, bahkan lebih kaya dari Amerika Serikat, apabila Indonesia menangani budidaya tanaman pangan secara besar-besaran, sungguh-sungguh, dan terencana.

Hal ini bisa menjadi perhatian bagi pemerintah Indonesia untuk memulai memajukan pedesaan dengan meningkatkan pembangunan pertanian. Dengan kemajuan di bidang pertanian, maka pedesaanpun tidak hanya menjadi pedesaan yang terkenal dengan orang udik. Tetapi di dalamnya terdapat penduduk yang berpikir maju dan modern di dalam pengembangan usaha di bidang pertanian. Sehingga program pemerintahan SBY pada jilid pertama tentang revitalisasi pertanian dan pedesaan akan terwujud dengan benar-benar terwujudnya modernisasi pedesaan.

Lebih lanjut, semoga dengan keprihatinan pemerintah akan urbanisasi dan masalah yang timbul akibat urbanisasi, maka akan mendorong pemikiran pemerintah untuk memajukan pertanian dan pembangunan pedesaan. Dengan itu, penduduk desa akan tetap menjadi salah satu faktor produksi di lapangan pekerjaan mereka, yaitu pertanian dan akan tetap bangga menjadi seorang petani layaknya bangganya menjadi petani di negara Jepang.

Hanis Khoirul Lathifah
Mahasiswi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro

(//rhs)

Kemendiknas Buka Lowongan!

Rifa Nadia Nurfuadah – Okezone

Senin, 27 September 2010 – 16:59 wib

Ilustrasi: ist.

JAKARTA – Ini dia kesempatan bagi kamu yang tertarik menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

Kemendiknas akan membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010 pada 11-15 Oktober mendatang. Seleksi ini terbuka bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA), diploma dua hingga empat, sarjana, magister, serta doktoral.

Ada dua sistem pendaftaran yang digunakan dalam seleksi ini, yaitu online dan non-online. Pendaftaran CPNS online dilaksanakan untuk lingkungan Unit Utama Pusat beserta Unit Pelaksana Teknisnya seperti Sekretariat Jenderal berikut Pusat-Pusat (Pusdiklat, Pusat Bahasa, Pustekom, Pusegjas, serta Pusat Informasi dan Humas/PIH), Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) beserta unit pelaksana teknisnya (P4TK, LPMP, dan LP2KS), Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) beserta unit pelaksana teknisnya (P2-PNFI dan BP-PNFI), Ditjen Pendidikan Tinggi, Inspektorat Jenderal, dan Balitbang.

Sementara, pendaftaran CPNS non-online dilaksanakan untuk lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Kopertis.

Seleksi akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni seleksi administrasi saat pendaftaran; seleksi tes Tes Pengetahuan Umum (TPU) dan Tes Bakat Skolastik (TBS) yang dilaksanakan serentak secara nasional; serta seleksi Tes Substansi, dilaksanakan oleh unit kerja masing-masing.

Perlu diingat, kamu hanya diperkenankan mengirimkan satu berkas lamaran. Pengiriman lebih dari satu lamaran tidak akan terproses oleh sistem online.

Siapa saja yang boleh melamar? Jika kamu Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada 1 Desember 2010, kamu sudah bisa melamar.

Sementara itu, kamu bisa menyiapkan berkas lamaran yang dibutuhkan berisi:
1. Pas foto berwarna ukuran 3×4 cm sebanyak empat lembar
2. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.
3. Print out asli bukti registrasi pendaftaran CPNS online.
4. Surat lamaran yang ditulis tangan dengan tinta hitam.
5. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Bagi yang memiliki ijazah luar negeri harus telah terakreditasi Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional. Surat Keterangan Lulus tidak dapat digunakan untuk melamar.
6. Bagi pelamar yang berusia lebih dari 35 tahun dan belum berusia 40 tahun pada 1 Desember 2010 harus melampirkan foto kopi sah surat keputusan/bukti pengangkatan pertama dan terakhir masa kerja pengabdian pada instansi pemerintah/lembaga swasta yang berbadan hukum sejak tanggal 1 April 1997 sampai saat ini masih bertugas (minimal 13 tahun 8 bulan per 1 Desember 2010).

Berkas lamaran dimasukkan ke dalam stop map dengan ketentuan warna pembeda yaitu merah untuk pelamar S2/S3, biru untuk pelamar DIV/S1, kuning untuk pelamar D2/D3, dan abu-abu untuk pelamar SLTA.

Selanjutnya stop map dimasukkan ke dalam amplop coklat tertutup, dengan mencantumkan nama Pelamar, nama unit kerja, jabatan, nomor kualifikasi akademik yang dilamar, dan nomor pendaftaran pada sampul amplop depan kanan atas.

Berkas ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional c.q pimpinan unit kerja yang dilamar, diterima pos paling lambat tanggal 20 Oktober 2010 stempel pos. Berkas lamaran dikirim ke alamat PO BOX yang telah ditentukan. Alamat PO BOX dapat diunduh pada saat pendaftaran online setelah kamu mendapatkan nomor pendaftaran

Seleksi akan dimulai pada 28 Oktober 2010. Sementara, pengumuman final dijadwalkan pada 27 November 2010. Informasi selengkapnya bisa kamu dapatkan di laman https://cpns.kemdiknas.go.id.
(rhs)

// <![CDATA[
//

Cari Kerja? ke Istora Senayan Saja

Rifa Nadia Nurfuadah – Okezone

Senin, 27 September 2010 – 18:03 wib

Ilustrasi: ist.

JAKARTA – Sedang mencari pekerjaan yang cocok untukmu? Tidak usah gundah. Sebab, lebih dari seratus perusahaan membuka ribuan lowongan untuk berbagai posisi.

Datang saja ke Job for Career di Istora Senayan. Selama dua hari, yaitu 28-29 September 2010, ratusan perusahaan dari berbagai bidang akan melakukan rekrutmen dan walk in interview.

Posisi lowong yang mereka tawarkan di antaranya adalah akunting, tenaga administrasi, perbankan/keuangan, perawatan kecantikan dan kesehatan, pembangunan gedung dan konstruksi, pengembangan bisnis, customer service, desain, pendidikan, teknik, sumber daya manusia, tenaga kerumahsakitan dan jasa kesehatan, teknologi informasi, asuransi, manajemen, pemasaran, periklanan, public relation, dan lainnya.

Jika kamu adalah lulusan SMA, diploma, sarjana, atau magister berusia maksimal 45 tahun, datang saja ke Istora Senayan, Gelora Bung Karno, pukul 09.00-17.00 WIB. Jangan lupa bawa surat lamaran, curriculum vitae (CV), dan pas foto dalam bentuk hard copy ya!

Jangan khawatir, fresh graduate juga diperbolehkan datang kok. Info selengkapnya bisa kamu dapatkan di nomor 085811500163.
(rhs)

Beasiswa Eka Tjipta Foundation di Universitas Bergengsi!

Rifa Nadia Nurfuadah – Okezone

Senin, 27 September 2010 – 15:17 wib

Ilustrasi: ist.

JAKARTA – Kamu mahasiswa baru dan sedang mencari beasiswa? Informasi beasiswa dari Eka Tjipta Foundation (ETF) mungkin yang kamu cari.

Jika kamu lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau mahasiswa baru berusia tidak lebih dari 20 tahun pada Juli 2010, serta memiliki prestasi akademik dan non-akademik, kamu sudah bisa mendaftar untuk program beasiswa ini.

Saat ini, beasiswa ETF baru diberikan untuk para mahasiswa di sepuluh perguruan tinggi mitra ETF. Sepuluh perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Indonesia (UI) Depok, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Beasiswa S1 ETF meliputi biaya pendaftaran ke perguruan tinggi yang dimasuki pendaftar lewat seleksi masuk resmi; biaya kuliah, tergantung dengan perguruan tinggi yang dipilih; uang saku, untuk mendukung biaya hidup selama masa kuliah; serta tunjangan lain untuk kelancaran studi. Semua biaya tersebut diberikan selama delapan semester, dengan catatan, prestasimu sebagai penerima beasiswa harus baik. Minimal, indeks prestasi kumulatif (IPK)-mu adalah 3,00.

Apa saja syarat pendaftarannya? Selain mengisi formulir pendaftaran yang bisa kamu dapatkan di situs ETF, kamu juga harus melengkapi berkas pendaftaran berisi data akademis yang ditunjukkan dengan foto kopi ijazah, transkrip nilai, dan rapor SMA; data kondisi ekonomi keluarga dengan menyertakan surat keterangan penghasilan orangtua dan rekening listrik tiga bulan terakhir; serta data prestasi yang diraih berupa foto kopi berbagai piagam yang kamu raih.

Formulir pendaftaran dan dokumen pendukung paling lambat kamu kirimkan pada 11 Oktober 2010 ke alamat:

Eka Tjipta Foundation
Plaza BII Tower II Lantai 33
Jl. MH Thamrin No. 51
Jakarta 10350
up: Ibu Monika

Perlu diingat, ketika mengajukan lamaran beasiswa, kamu tidak boleh sedang menerima beasiswa dari institusi atau organisasi manapun. Jika kamu menerima beasiswa ini, setelah menyelesaikan studi, kamu harus bekerja di Indonesia minimal selama lima tahun.

Keterangan lebih lengkap bisa kamu dapatkan di laman http://www.ekatjiptafoundation.org/?s=program_sarjana.

Semoga berhasil!(rhs)

Perkiraan Passing Grade Institut Pertanian Bogor (IPA) 2010 :

1. Statistika : 47.00 %
2. Matematika : 46.67 %
3. Kimia : 45.17 %
4. Ilmu Komputer : 44.67 %
5. Teknologi Pangan : 44.00 %
6. Teknik Pertanian : 41.50 %
7. Biologi : 41.33 %
8. Teknik Sipil & Lingkungan : 41.33 %
9. Gizi Masyarakat : 40.83 %
10. Biokimia : 40.00 %
11. Manajemen Hutan : 39.83 %
12. Fisika : 39.50 %
13. Kedokteran Hewan : 39.33 %
14. Teknologi Industri Pertanian : 39.00 %
15. Konservasi Sumberdaya Hutan & Ekowisata : 38.83 %
16. Manajemen : 38.83 %
17. Teknologi Hasil Perairan : 38.00 %
18. Arsitektur Lansekap : 36.67 %
19. Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan : 36.17 %
20. Ilmu Ekonomi : 36.17 %
21. Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat : 35.83 %
22. Ilmu dan Teknologi Kelautan : 35.50 %
23. Ilmu Keluarga dan Konsumen : 24.17 %
24. Silvikultur : 34.83 %
25. Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) : 34.67 %
26. Agronomi dan Holtikultura : 34.67 %
27. Meteoroli Terapan : 34.67 %
28. Proteksi Tanaman : 34.67 %
29. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan : 34.00 %
30. Nutrisi dan Teknologi Pakan : 33.50 %
31. Manajemen Sumberdaya Perairan : 33.00 %
32. Manajemen Sumberdaya Lahan : 32.67 %
33. Budidaya Perairan : 32.33 %
34. Teknologi Hasil Hutan : 31.83 %
35. Teknologi Produksi Ternak : 30.00 %

from : http://senamptn.com/passing-grade-institut-pertanian-bogor

Perkiraan Passing Grade Institut Pertanian Bogor (IPA) 2010 :

1. Statistika : 47.00 %
2. Matematika : 46.67 %
3. Kimia : 45.17 %
4. Ilmu Komputer : 44.67 %
5. Teknologi Pangan : 44.00 %
6. Teknik Pertanian : 41.50 %
7. Biologi : 41.33 %
8. Teknik Sipil & Lingkungan : 41.33 %
9. Gizi Masyarakat : 40.83 %
10. Biokimia : 40.00 %
11. Manajemen Hutan : 39.83 %
12. Fisika : 39.50 %
13. Kedokteran Hewan : 39.33 %
14. Teknologi Industri Pertanian : 39.00 %
15. Konservasi Sumberdaya Hutan & Ekowisata : 38.83 %
16. Manajemen : 38.83 %
17. Teknologi Hasil Perairan : 38.00 %
18. Arsitektur Lansekap : 36.67 %
19. Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan : 36.17 %
20. Ilmu Ekonomi : 36.17 %
21. Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat : 35.83 %
22. Ilmu dan Teknologi Kelautan : 35.50 %
23. Ilmu Keluarga dan Konsumen : 24.17 %
24. Silvikultur : 34.83 %
25. Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) : 34.67 %
26. Agronomi dan Holtikultura : 34.67 %
27. Meteoroli Terapan : 34.67 %
28. Proteksi Tanaman : 34.67 %
29. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan : 34.00 %
30. Nutrisi dan Teknologi Pakan : 33.50 %
31. Manajemen Sumberdaya Perairan : 33.00 %
32. Manajemen Sumberdaya Lahan : 32.67 %
33. Budidaya Perairan : 32.33 %
34. Teknologi Hasil Hutan : 31.83 %
35. Teknologi Produksi Ternak : 30.00 %

from : http://senamptn.com/passing-grade-institut-pertanian-bogor

*sedikit menghibur diri…^^